Thursday, February 07, 2008

Warga ancam tutup TPS Nanggulan

Tingkir
Warga RT 02/RW XIII Dukuh Nanggulan Kelurahan Kutowinangun, Tingkir, mengancam akan menutup tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah setempat, menyusul diabaikannya permohonan pembenahan penampungan sampah itu.

Ketua RT 02/RW XIII, Sukidi Hadi Mulyono, menyebutkan lokasi TPS di lingkungannya berada di tengah pemukiman, sehingga sangat mengganggu kenyamanan warga masyarakat. Terlebih menurutnya, kotak sampah TPS yang diletakkan di tempat terbuka, selama beberapa waktu terakhir mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan penduduk.
”Selain bau tidak sedap, beberapa warga mengeluh gatal-gatal setelah melintas atau lewat sekitar lokasi TPS sesudah hujan. Mungkin hal itu karena guyuran hujan ke bak sampah airya mengalir ke pemukiman atau tempat-tempat penduduk yang letaknya lebih rendah,” ungkap Sukidi ketika ditemui Espos di rumahnya, Selasa (5/2).
Karenanya, tegas dia, pihaknya menuntut agar Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menanggapi keluhan warga dan membenahi keberadaan TPS di RT-nya. Langkah tersebut, imbuhnya, diperlukan guna mencegah terjadinya dampak lebih buruk yang semakin merugikan warga, terutama menyangkut aspek kesehatan.
”TPS itu dari awal tidak dikehendaki warga. Tetapi karena lokasinya paling memungkinkan dibandingkan tempat-tempat lain, warga menerima, dengan catatan jangan sampai merugikan masyarakat sekitarnya. Tetapi kalau keadaannya seperti saat ini, cepat atau lambat warga akan memagari jalan masuk ke TPS dan menutupnya,” tandasnya.
Sementara itu Ketua RW XIII, FX Hengky Hernanto, menyatakan TPS di Dukuh Nanggulan dimanfaatkan warga sejumlah RW di dua kelurahan, yaitu Kutowinangun dan Gendhongan, Tingkir. Tidak hanya sekarang, kata dia, TPS di lingkungannya seringkali dikeluhkan warga sejak sarana tersebut dibangun Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kota Salatiga beberapa tahun lalu. | espos

No comments: