Friday, March 21, 2008

@ Espos


Assalamu'alaikum semua....afwan yaw..kalo udah lama banget aku nggak posting ke blog ini.
B'coz akhir-akhir ini aku punya kegiatan baru di tempat PRAKERIND-ku, yakni aku mezt! upload berita dari file dalam bentuk QuarkXPress ke dalam website solopos.web.id/edisicetak.


Kalo mungkin dari sahabat Ge Pe ada yang belum tahu QuarkXPress itu apa, Oke deh..aku akan berbagi pengetahuan sama sahabat Ge Pe semua.
Jadi, QuarkXPress itu adalah software yang digunakan oleh media-media cetak (koran) untuk mendesain (membuat) tata letak isi dalam sebuah halaman. (liat gambar di atas)
Selain upload, kegiatanku yang lain masih banyak lagi, seperti terima e-mail yang masuk ke redaksi SOLOPOS. Itu pun nggak hanya terima begitu saja, tapi aku mezt! pilih-pilih e-mail, misalnya kalo ada e-mail (berita) kiriman dari wartawan SOLOPOS yang bertugas di Salatiga, ya berarti aku mezt! pindahin isi e-mail itu ke Server Redaksi dengan nama folder Salatiga. Ada juga yang dari masyarakat, biasanya berupa Opini, Gagasan, Cerita, Puisi, dsb...dan itu berarti aku mezt! pindahin ke tempat yang berbeda pula.
Mungkin itu dulu aja yaw pada kesempatan kali ini...
Syukron buat yang telah mampir kemari...
Wassalamu'alaikum...

Read More......

Thursday, February 21, 2008

Bina Insani juara umum Sapta Lomba Mapel Islam

Tengaran, SERASI Raya
SMP Bina Insani Susukan meraih juara umum dalam Sapta Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Sub Sanggar 07 Kabupaten Semarang. Perlombaan yang digelar di SMPN 1 Tengaran, Kamis (21/2) kemarin itu, diikuti delegasi 11 dari 15 SMP di Kecamatan Getasan, Tengaran, Kaliwungu dan Susukan, Kabupaten Semarang.

Pada akhir perlombaan, SMP Bina Insani berhasil mengumpulkan tujuh trofi juara pertama dan sebuah trofi juara kedua. Perolehan itu jauh lebih baik dibandingkan SMPN 2 Tengaran yang menempati urutan kedua dengan 3 gelar juara pertama, satu gelar juara kedua dan tiga gelar juara ketiga. Sedangkan urutan ketiga ditempati SMPN 1 Tengaran yang mendapatkan sebuah trofi juara pertama, lima juara kedua, dan dua juara ketiga.
Event itu, menurut Ketua Panitia Abdul Rokhim MAg mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni dirosah Islamiyah atau pengetahuan Agama Islam yang dilakukan dengan mengerjakan soal-soal pilihan ganda, khitobah atau pidato, puitisasi Alquran, musabaqah tilawatil Quran, tartil Alquran, rebana dan kaligrafi. "Delegasi harus terdaftar sebagai siswa setempat," tegasnya.
Lomba itu diikuti SMPN 1, 2, 3 Tengaran; SMPN 1, 2 Kaliwungu; SMPN 1, 2, 3 Getasan; SMPN 1 Susukan, SMP Bina Insani Susukan, dan SMP Islam Sudirman Tengaran. "Para juara akan mewakili Sub Rayon 07 di tingkat Sanggar atau tingkat Kabupaten Semarang di Ungaran akhir bulan ini," ujarnya.
Kepala SMPN 1 Tengaran yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Sub Rayon 07 SMP Kabupaten Semarang, Darwanto SPd lomba tersebut mampu meningkatkan iman dan takwa siswa. "Selama ini, MGMP PAI memang paling aktif. MGMP yang lain memang ada kegiatan, namun tak seaktif PAI," akunya. |espos

Read More......

IM3 Rp 0,01per detik... punya indosat

Jakarta
PT Indosat Tbk hari ini meluncurkan IM3 Rp 0,01 per detik, yang membuat IM3 tidak hanya memiliki tarif SMS paling murah, tapi kini juga memiliki tarif percakapan telepon yang paling kompetitif ke seluruh pengguna selular di Indonesia, yang kini jumlahnya lebih dari 110 juta pelanggan selular di Indonesia. Program ini menambah manfaat bagi pelanggan kartu IM3, yang selama ini dikenal sebagai kartu yang “SMS bangeetss” dan kini juga memberikan keuntungan maksimal untuk panggilan telepon (voice call) karena tarifnya yang “murah bangeetss”.

“Peluncuran ini menjadikan IM3 sebagai satu-satunya kartu yang memberikan tarif termurah untuk SMS sekaligus percakapan telepon. Jika selama ini banyak yang memegang dua kartu, satu untuk SMS murah dan satu lagi untuk menelepon murah, maka kini semuanya ada hanya dalam satu kartu, yaitu IM3,” jelas Fadzri Sentosa, Direktur Jabotabek & Corporate Sales PT. Indosat.

Tarif IM3 Rp 0,01 per detik berlaku setelah 90 detik, atau setelah 1,5 menit percakapan. Sebelum 90 detik pertama, tarif yang berlaku ke sesama pengguna Indosat (tujuan Matrix, Mentari, IM3 dan StarOne) adalah Rp 15 per detik, dan ke pengguna operator lain Rp 25 per detik. Khusus untuk ke sesama nomor Indosat tarif Rp 0,01 berlaku sejak detik ke 91 hingga percakapan berakhir. Sedangkan untuk panggilan ke operator lain, setelah 90 detik, maka yang berlaku adalah skema tarif sebelum 90 detik, yaitu Rp 25/detik. Setelah 90 detik berikutnya, berlaku kembali tarif Rp 0,01 per detik. Skema tarif ini berulang setiap 90 detik.


“Kami berharap tarif Rp 0,01 per detik dari IM3 ini dapat memberikan alternatif pilihan layanan yang murah bagi masyarakat tanpa dibatasi waktu, area jangkauan serta masalah lintas operator, karena layanan ini berlaku ke lebih dari 110 juta pelanggan seluler seluruh Indonesia,” tambah Fadzri Sentosa.

Sementara itu, semua program IM3 lainnya masih tetap berlaku sampai saat ini. IM3 sebelum ini telah memiliki 5 program yang difokuskan kepada layanan SMS, yaitu Raja SMS (gratis 10 SMS tiap kirim 10 SMS), Super Voucher 200 SMS (voucher khusus SMS dengan tarif Rp 40/SMS), Bonus SMS Isi Ulang (bonus sampai dengan 150 SMS setiap isi ulang), SMS 88 (SMS ke semua operator hanya Rp 88/SMS khusus untuk luar Jawa), dan yang terbaru IM3 Ce eS-an (gratis kirim SMS seharian ke dua nomor Indosat yang didaftarkan). |indosat

Read More......

Wednesday, February 20, 2008

NY0B4 4Z4



Sekedar hanya coba-coba

Sent from my phone using trutap



Read More......

Puluhan personel Dalmas unjuk gigi

Salatiga
Puluhan personel pengendalian massa (Dalmas) Polres Salatiga unjuk kebolehan di depan sejumlah perwira menengah (Pamen) dari Polda Jateng dan Polwiltabes Semarang dalam lomba Dalmas yang digelar di Halaman Mapolres Salatiga, Rabu (20/2), mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut sebagai bagianm dari persiapan personel Dalmas di sejumlah Polres yang ada di Jawa Tengah untuk menghadapi pesta demokrasi Pilgub 2008 dan Pemilu pada 2009 mendatang.

Kapolres Salatiga AKBP Drs Ahmad Haydar MM melalui Kasatsamapta Polres Salatiga AKP Budi Prasetyono, Rabu (20/2) seusai kegiatan itu mengatakan, lomba personel Dalmas ini merupakan instruksi dari Polda Jateng sebagai persiapan personel Dalmas untuk adanya gangguan kemanana atau kerusuhan pada pesta demokrasi yang akan datang. Dari sekitar 70 personel Dalmas Polres Salatiga, hanya sekitar 38 personel yang melakukan unjuk gigi dengan membentuk pola pengandalian masa dalam bentu formasi-formasi.
“Ada banyak formasi yang dimiliki setiap satuan Dalmas di masing-masing Polres. Beberapa formasi itu antara lain, formasi pleton bersap, formasi banjar, formasi pleton tanpa alat dan menggunakan alat dan fromasi-formasi lainnya. setiap formasi itu melibatkan sedikitnya 38 personel Dalmas lengkap dengan atribut Dalmas,” tukasnya.
Dalam perlombaan tersebut dihadiri tim penilai dari Polda sebanyak dua personel, salah satunya berpangkat Pamen, sedangkan dari Polwiltabes Semarang juga hadir satu orang Pamen dan lima orang perwira pertama (Pama). Lomba yang digelar di Polres Salatiga ini, menurut Budi, merupakan lomba Dalmas tingkat Polwiltabes. Dan selanjutnya, bagi personel Dalmas yang lolos dalam penilaian, lanjutnya, akan mengikuti lomba Dalmas tingkat Polda.
Berdasarkan pantauan Espos, Rabu (20/2) puluhan personel Dalmas itu sudah siap siaga sejaka pagi hingga pukul 10.30 WIB. Seusai memperlihatkan kebolehannya, para personel Dalmas tersebut meletakkan atributnya di depan Kantor bagian Bina Mitra. Mereka beramah tamah dan santai sambil menikmati makanan kecil yang sudah disediakan sebelumnya. |espos


Read More......

Tradisi di tengah-tengah Modernisasi

Randuacir, Salatiga Raya
Di jaman yang telah maju dan serba modern seperti saat ini, ritual-ritual budaya Jawa masih sering mewarnai kehidupan warga masyarakat di sejumlah daerah, bahkan semakin kuat dipertahankan didaerah-daerah lain. Bagi mereka yang bertekad melestarikan tradisi nenek moyang tersebut, hal itu terkait persepsi tuah keselamatan dan kemuliaan hidup yang dibawanya.

Tidak terkecuali dengan warga masyarakat Dukuh Tetep Kelurahan Randuacir, Argomulyo, yang rutin menggelar kegiatan bersih desa atau merti dusun setiap tahun, tepatnya pada hari Rabu Pon bulan Sapar. Bukan hanya dimaksudkan untuk mengejar berkah, rahmat, dan anugrah, ritual adat yang telah berlangsung puluhan tahun itu dipercaya dapat menghindarkan dari bahaya dan malapetaka.
Di awali upacara pembersihan sumber air Jagersari, Andongsari, dan Gambirsari pada lima hari sebelum hari H, yaitu Jumat Pon (15/2), ritual merti dusun di Dukuh Tetep dirangkai dengan kegiatan bersih makam, upacara kenduri, dan dilanjutkan hiburan pada Rabu Pon (20/2). Acara puncak dari runtutan sejumlah ritual itu terjadi pada kenduri, yang dipopulerkan dengan istilah Sedekah Dusun.
Dalam kegiatan tersebut, semua warga membawa makanan dalam bakul atau baskom, lengkap dengan berbagai jenis makanan yang persyaratkan. Setelah dilakukan pembacaan doa oleh sesepuh atau tokoh masyarakat setempat, warga melanjutkan dengan acara makan bersama. Anggota masyarakat terlihat rukun dan bersatu dalam kesempatan tersebut.
Sedekah Dusun mulai dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung selama hampir satu jam. Puluhan warga masyarakat dari berbagai golongan dan umur yang terlibat terlihat khusyuk ketika dua orang sesepuh dukuh, Suroto dan Karsono, tampil di panggung dan memimpin jalannya upacara.
"Kami hanya nguri-uri tradisi nenek moyang dalam mencari keselamatan dan mencegah timbulnya bahaya dan malapetaka yang mengancam warga. Dengan ritual merti dusun, warga masyarakat berharap kelancaran rejeki, tanah pertanian subur, ternak bisa berkembang, dan pedagang laris berjualan," ungkap sesepuh Dukuh Tetep, Karsono, seusai acara Sedekah Dusun.
Ketua Panitia Kegiatan, Suroto, menyebutkan setelah melewati ritual utama Sedekah Dusun, kegiatan segera dilanjutkan hiburan gambyong dan pergelaran kethoprak, mulai Rabu (20/2) sore hingga Kamis (21/2) pagi. "Pendanaan kegiatan murni swadaya masyarakat. Total anggaran mencapai Rp 9 juta, dengan masing-masing warga dikenai pungutan Rp 20.000." |espos

Read More......

Listrik Jawa-Bali Terancam Padam Kamis

Jakarta
Sistem kelistrikan Jawa-Bali pada Kamis (21/2) terancam mengalami pemadaman, apabila sejumlah pembangkit tidak beroperasi akibat gangguan pasokan bahan bakar karena cuaca buruk.
General Manager Pusat Pengatur dan Penyalur Beban (P3B) Jawa-Bali PT PLN (Persero), Muljo Adji AG, di Jakarta, Rabu, mengatakan terhentinya operasi sejumlah pembangkit itu menyebabkan sistem kelistrikan Jawa-Bali pada Kamis (21/2) berpotensi mengalami defisit sekitar 1.000 MW.

"Dengan defisit sebesar itu, berarti sistem Jawa-Bali sudah masuk tahap darurat atau kritis," katanya.

Gguna menghindari pemadaman yang meluas di Jawa dan Bali, mulai Rabu ini PLN meminta semua pelanggan mengurangi pemakaian listriknya sebesar 10-20 persen, kecuali industri yang listriknya buat kegiatan produksi, imbuhnya.

"Kami juga meminta pelanggan yang memiliki genset agar mengoperasikannya untuk pemakaian sendiri sejak Kamis (21/2) besok, sampai kondisi darurat terlewati," katanya.

Menurut Muljo, sampai saat ini kondisi cuaca di Laut Jawa masih belum membaik, dengan kecepatan angin pada Rabu pagi sekitar sekitar 35 km/jam dan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 3 meter.

Dikatakannya, sejumlah pembangkit yang berhenti operasi kalau kondisi cuaca masih belum membaik antara lain PLTU Tanjung Jati, Jateng pada Kamis (21/2). Saat ini, dari dua unit pembangkit itu, hanya satu unit yang beroperasi dengan beban minimal 250 MW.

Selanjutnya, PLTU Cilacap akan berhenti operasi pada Kamis (21/2). "Pada Selasa (19/2) malam, pembangkit unit 1 berhenti operasi dan unit 2 hanya beroperasi dengan beban minimal 160 MW," ujarnya.

Saat ini, katanya, stok bahan bakar solar di PLTGU/PLTU Muara Karang juga sudah habis, sedangkan minyak bakar akan habis pada Kamis (21/2). Saat ini, pembangkit itu hanya beroperasi 475 MW.

"Stok HSD PLTGU Muara Tawar juga mulai terbatas dan Rabu ini, tiga unit di antaranya sudah tidak bisa beroperasi," tambahnya.

Sementara itu, pasokan batubara ke PLTU Paiton yang dioperasikan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) akan masuk 6.000 ton pada Rabu ini, 16.000 ton pada Kamis (21/2), dan 16.000 ton pada Jumat (22/2).

"Bila bongkar muat batubara dapat dilakukan, maka Paiton PJB tetap beroperasi," lanjut Muljo.

Sedangkan, stok batubara PLTU Suralaya, dan PLTU Paiton yang dioperasikan PT Jawa Power dan PT Paiton Energy Company masih cukup hingga di atas 20 hari. |antara.co.id

Read More......

Pemerintah Segera Terapkan Digitalisasi TV

Surabaya
Pemerintah akan segera menerapkan digitalisasi televisi (TV digital) mulai 2009, dengan memulainya di TVRI sebagai ujicoba selama 2008.

"Kalau kita sudah menerapkan digitalisasi TV, maka kita akan dapat memakai satu kanal untuk 4-5 program," kata Menkominfo Prof Ir Mohammad Nuh DEA di Surabaya, Sabtu.

Usai berbicara dalam seminar "Komunikasi Interpersonal" yang digelar BEM ITS Surabaya, ia mengatakan TV analog yang saat ini berarti satu kanal untuk satu program.

"Tapi, kalau kita sudah melakukan migrasi dari TV analog ke TV digital, maka satu kanal akan dapat dipakai 4-5 program," katanya.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu mengatakan digitalisasi TV akan memungkinkan 4-5 TV dalam satu grup dapat menggunakan satu kanal yang sama, bahkan ada sisa.

"Untuk kanal yang kosong akan dapat ditanam bagi kepentingan lebih luas, baik program TV yang bisnis maupun TV yang gratis, seperti acara pendidikan," katanya.

Bahkan, katanya, pihaknya sudah berencana akan memakai satu kanal untuk program EWS (Eraly Warning System) untuk antisipasi bencana.

"Dengan TV yang menyiarkan EWS, maka setiap ada bencana alam akan `ditayangkan` kepada masyarakat melalui semua jaringan TV secara otomatis," katanya.

Menurut dia, digitalisasi TV itu sudah disampaikan dalam "World Conference of GMS" di Barcelona, Spanyol (Eropa) pada 11-14 Februari lalu.

"Dari sana, saya sepakat untuk menerapkan digitalisasi TV yang berkiblat ke Eropa, bukan Jepang, tapi saya lakukan ujicoba dulu pada TVRI," katanya.

Ia menambahkan digitalisasi TV akan banyak beragam, karena cost menjadi lebih murah, keragaman kepemilikan, masyarakat menikmati keragaman content, dan ada pilihan.

"Jadi, kalau kita punya 12 TV nasional dan sudah penuh, maka kalau ada digitalisasi TV dengan satu kanal untuk empat TV maka 12 TV nasional akan dapat menjadi 48 TV," katanya. |antara.co.id

Read More......

Tuesday, February 19, 2008

Ngepost Blog pake HaPe



Bagi kamu yang punya blog..tp postinganmu dikit banget, lantaran kamu jarang nge-net. Kini kamu bisa ngepost kapan aja dan di mana aja.
Crnya yakni dgn menggunakan sbwh software hape yg b'nm "TruTap". Di situ km bs chat pake YM, MSN, AIM ato ICQ. Selain itu, kamu juga bisa posting ke blog kamu.
Postinganku ini juga pake "trutap".

Untuk ngedapetin "TruTap", kamu bisa download d'getjar.com

Sent from my phone using trutap



Read More......

Terkait tewasnya siswa SDN Blotongan 03

Salatiga
Kepala SDN Blotongan 03 Wagimin SPd dan dua orang guru SD tersebut, Tutik dan Atik yang menolong korban perkelahian antarsiswa, almarhum Heru Saputra diperiksa penyidik Polres Salatiga, Selasa (19/2). Sedangkan tersangka yang berinisial Iw untuk sementara waktu ditahan aparat sambil menunggu proses penyidikan selesai.

Kapolres Salatiga AKBP Drs Ahmad Haydar MM melalui Kasat Reskrim AKP Wibowo Hutomo saat dikonfirmasi , Selasa (19/2) membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan terhadap ketiga orang itu dilakukan sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB, sebagai saksi atas tewasnya salah seorang siswa sekolah itu. Menurut dia, Polres tetap akan melakukan penyidikan terus hingga tuntas pada kasus tersebut, meskipun tersangka kasus tersebut masih di bawah umur.
“Kami tetap akan melanjutkan penyidikan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP). Kami belum bisa memutuskan adanya toleransi atau tidak tentang tersangka yang masih di bawa umur. Yang jelas, proses hukum masih tetap jalan dan soal toleransi nanti menunggu perkembangan proses penyidikan ini selesai,” paparnya.
Dari hasil pemeriksaan dari petugas forensik bersama anggota Reskrim Polres Salatiga sebelum korban dimakamkan menjelaskan, kematian anak bungsu dari pasangan Rohman, 43, dan Marfuah, 42, ini disebabkan oleh pecahnya organ tubuh di bagian dada. Dari keterangan keluarga korban, sebelum dimakamkan pada bagian bawah dada korban terdapat bekas pukulan yang berwarna kebiru-biruan, demikian juga di bagian punggungnya.
Reka ulang
Dikatakan Wibowo, sebenarnya untuk meyakinkan penyebab kematian korban itu, Polres akan melakukan otopsi terhadap jenazah korban, namun dari pihak keluarga dan tokoh masyarakat di lingkungan Dukuh Brajan RT 02/RW X, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga keberatan. Keberatawan pihak keluarga dan tokoh masyarakat itu, ujar Kasatreskrim, dilakukan dengan membuat surat bermaterai.
Sementara itu Kepala SDN Blotongan 03, Wagimin SPd, juga membenarkan adanya pemeriksaan dari pihak Polres atas dirinya bersama tiga orang guru yang menolong korban. Wagimin menjelaskan, pihak sekolah sudah melakukan reka ulang peristiwa perkelahian itu di ruang kelas IV pada Selasa pagi. Sejumlah siswa kelas IV itu dikumpulkan kepala sekolah dan dimintai keterangan secara baik-baik.
“Akhirnya, ada tiga siswa yang mengaku mengetahui persis kejadian itu, karena terlibat dalam perdebatan awal. Ketiga siswa itu memperagakan bagaimana Iw memukul Heru, walaupun sebenarnya sempat saling mengejek. Persoalan yang diejek itu sebenarnya bukana karena nilai pelajaran yang buruk, melainkan hanya ejekan biasa. Karena jengkel Iw memukul di bagian perut satu kali dan di bagian kepala satu kali, hingga Heru terjatuh pingsan,” tukasnya.
Terpisah, Direktur Badan Pengelola RSUD Salatiga dr Kunjtoro AP MMR menandaskan, dari pihak RSUD belum bisa memberikan keterangan tentang penyebab kematian korban, karena ketika korban di bawa ke RSUD sudah dalam keadaan meninggal dunia. Menurut dia, jika memang benar dipukul di bagian bawah dada, maka kemungkinan liver atau limpanya pecah, atau ada benturan di bagian tubuh lainnya. “Untuk memastikan penyebab tersebut, maka perlu dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, yakni dengan membongkar kuburan korban. Namun hal itu tergantung pada kesediaan dari pihak keluarga korban,” paparnya. |espos


Read More......