Showing posts with label SERASI Raya. Show all posts
Showing posts with label SERASI Raya. Show all posts

Thursday, February 21, 2008

Bina Insani juara umum Sapta Lomba Mapel Islam

Tengaran, SERASI Raya
SMP Bina Insani Susukan meraih juara umum dalam Sapta Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Sub Sanggar 07 Kabupaten Semarang. Perlombaan yang digelar di SMPN 1 Tengaran, Kamis (21/2) kemarin itu, diikuti delegasi 11 dari 15 SMP di Kecamatan Getasan, Tengaran, Kaliwungu dan Susukan, Kabupaten Semarang.

Pada akhir perlombaan, SMP Bina Insani berhasil mengumpulkan tujuh trofi juara pertama dan sebuah trofi juara kedua. Perolehan itu jauh lebih baik dibandingkan SMPN 2 Tengaran yang menempati urutan kedua dengan 3 gelar juara pertama, satu gelar juara kedua dan tiga gelar juara ketiga. Sedangkan urutan ketiga ditempati SMPN 1 Tengaran yang mendapatkan sebuah trofi juara pertama, lima juara kedua, dan dua juara ketiga.
Event itu, menurut Ketua Panitia Abdul Rokhim MAg mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni dirosah Islamiyah atau pengetahuan Agama Islam yang dilakukan dengan mengerjakan soal-soal pilihan ganda, khitobah atau pidato, puitisasi Alquran, musabaqah tilawatil Quran, tartil Alquran, rebana dan kaligrafi. "Delegasi harus terdaftar sebagai siswa setempat," tegasnya.
Lomba itu diikuti SMPN 1, 2, 3 Tengaran; SMPN 1, 2 Kaliwungu; SMPN 1, 2, 3 Getasan; SMPN 1 Susukan, SMP Bina Insani Susukan, dan SMP Islam Sudirman Tengaran. "Para juara akan mewakili Sub Rayon 07 di tingkat Sanggar atau tingkat Kabupaten Semarang di Ungaran akhir bulan ini," ujarnya.
Kepala SMPN 1 Tengaran yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Sub Rayon 07 SMP Kabupaten Semarang, Darwanto SPd lomba tersebut mampu meningkatkan iman dan takwa siswa. "Selama ini, MGMP PAI memang paling aktif. MGMP yang lain memang ada kegiatan, namun tak seaktif PAI," akunya. |espos

Read More......

Wednesday, February 20, 2008

Puluhan personel Dalmas unjuk gigi

Salatiga
Puluhan personel pengendalian massa (Dalmas) Polres Salatiga unjuk kebolehan di depan sejumlah perwira menengah (Pamen) dari Polda Jateng dan Polwiltabes Semarang dalam lomba Dalmas yang digelar di Halaman Mapolres Salatiga, Rabu (20/2), mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut sebagai bagianm dari persiapan personel Dalmas di sejumlah Polres yang ada di Jawa Tengah untuk menghadapi pesta demokrasi Pilgub 2008 dan Pemilu pada 2009 mendatang.

Kapolres Salatiga AKBP Drs Ahmad Haydar MM melalui Kasatsamapta Polres Salatiga AKP Budi Prasetyono, Rabu (20/2) seusai kegiatan itu mengatakan, lomba personel Dalmas ini merupakan instruksi dari Polda Jateng sebagai persiapan personel Dalmas untuk adanya gangguan kemanana atau kerusuhan pada pesta demokrasi yang akan datang. Dari sekitar 70 personel Dalmas Polres Salatiga, hanya sekitar 38 personel yang melakukan unjuk gigi dengan membentuk pola pengandalian masa dalam bentu formasi-formasi.
“Ada banyak formasi yang dimiliki setiap satuan Dalmas di masing-masing Polres. Beberapa formasi itu antara lain, formasi pleton bersap, formasi banjar, formasi pleton tanpa alat dan menggunakan alat dan fromasi-formasi lainnya. setiap formasi itu melibatkan sedikitnya 38 personel Dalmas lengkap dengan atribut Dalmas,” tukasnya.
Dalam perlombaan tersebut dihadiri tim penilai dari Polda sebanyak dua personel, salah satunya berpangkat Pamen, sedangkan dari Polwiltabes Semarang juga hadir satu orang Pamen dan lima orang perwira pertama (Pama). Lomba yang digelar di Polres Salatiga ini, menurut Budi, merupakan lomba Dalmas tingkat Polwiltabes. Dan selanjutnya, bagi personel Dalmas yang lolos dalam penilaian, lanjutnya, akan mengikuti lomba Dalmas tingkat Polda.
Berdasarkan pantauan Espos, Rabu (20/2) puluhan personel Dalmas itu sudah siap siaga sejaka pagi hingga pukul 10.30 WIB. Seusai memperlihatkan kebolehannya, para personel Dalmas tersebut meletakkan atributnya di depan Kantor bagian Bina Mitra. Mereka beramah tamah dan santai sambil menikmati makanan kecil yang sudah disediakan sebelumnya. |espos


Read More......

Tradisi di tengah-tengah Modernisasi

Randuacir, Salatiga Raya
Di jaman yang telah maju dan serba modern seperti saat ini, ritual-ritual budaya Jawa masih sering mewarnai kehidupan warga masyarakat di sejumlah daerah, bahkan semakin kuat dipertahankan didaerah-daerah lain. Bagi mereka yang bertekad melestarikan tradisi nenek moyang tersebut, hal itu terkait persepsi tuah keselamatan dan kemuliaan hidup yang dibawanya.

Tidak terkecuali dengan warga masyarakat Dukuh Tetep Kelurahan Randuacir, Argomulyo, yang rutin menggelar kegiatan bersih desa atau merti dusun setiap tahun, tepatnya pada hari Rabu Pon bulan Sapar. Bukan hanya dimaksudkan untuk mengejar berkah, rahmat, dan anugrah, ritual adat yang telah berlangsung puluhan tahun itu dipercaya dapat menghindarkan dari bahaya dan malapetaka.
Di awali upacara pembersihan sumber air Jagersari, Andongsari, dan Gambirsari pada lima hari sebelum hari H, yaitu Jumat Pon (15/2), ritual merti dusun di Dukuh Tetep dirangkai dengan kegiatan bersih makam, upacara kenduri, dan dilanjutkan hiburan pada Rabu Pon (20/2). Acara puncak dari runtutan sejumlah ritual itu terjadi pada kenduri, yang dipopulerkan dengan istilah Sedekah Dusun.
Dalam kegiatan tersebut, semua warga membawa makanan dalam bakul atau baskom, lengkap dengan berbagai jenis makanan yang persyaratkan. Setelah dilakukan pembacaan doa oleh sesepuh atau tokoh masyarakat setempat, warga melanjutkan dengan acara makan bersama. Anggota masyarakat terlihat rukun dan bersatu dalam kesempatan tersebut.
Sedekah Dusun mulai dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung selama hampir satu jam. Puluhan warga masyarakat dari berbagai golongan dan umur yang terlibat terlihat khusyuk ketika dua orang sesepuh dukuh, Suroto dan Karsono, tampil di panggung dan memimpin jalannya upacara.
"Kami hanya nguri-uri tradisi nenek moyang dalam mencari keselamatan dan mencegah timbulnya bahaya dan malapetaka yang mengancam warga. Dengan ritual merti dusun, warga masyarakat berharap kelancaran rejeki, tanah pertanian subur, ternak bisa berkembang, dan pedagang laris berjualan," ungkap sesepuh Dukuh Tetep, Karsono, seusai acara Sedekah Dusun.
Ketua Panitia Kegiatan, Suroto, menyebutkan setelah melewati ritual utama Sedekah Dusun, kegiatan segera dilanjutkan hiburan gambyong dan pergelaran kethoprak, mulai Rabu (20/2) sore hingga Kamis (21/2) pagi. "Pendanaan kegiatan murni swadaya masyarakat. Total anggaran mencapai Rp 9 juta, dengan masing-masing warga dikenai pungutan Rp 20.000." |espos

Read More......

Tuesday, February 19, 2008

Terkait tewasnya siswa SDN Blotongan 03

Salatiga
Kepala SDN Blotongan 03 Wagimin SPd dan dua orang guru SD tersebut, Tutik dan Atik yang menolong korban perkelahian antarsiswa, almarhum Heru Saputra diperiksa penyidik Polres Salatiga, Selasa (19/2). Sedangkan tersangka yang berinisial Iw untuk sementara waktu ditahan aparat sambil menunggu proses penyidikan selesai.

Kapolres Salatiga AKBP Drs Ahmad Haydar MM melalui Kasat Reskrim AKP Wibowo Hutomo saat dikonfirmasi , Selasa (19/2) membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan terhadap ketiga orang itu dilakukan sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB, sebagai saksi atas tewasnya salah seorang siswa sekolah itu. Menurut dia, Polres tetap akan melakukan penyidikan terus hingga tuntas pada kasus tersebut, meskipun tersangka kasus tersebut masih di bawah umur.
“Kami tetap akan melanjutkan penyidikan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP). Kami belum bisa memutuskan adanya toleransi atau tidak tentang tersangka yang masih di bawa umur. Yang jelas, proses hukum masih tetap jalan dan soal toleransi nanti menunggu perkembangan proses penyidikan ini selesai,” paparnya.
Dari hasil pemeriksaan dari petugas forensik bersama anggota Reskrim Polres Salatiga sebelum korban dimakamkan menjelaskan, kematian anak bungsu dari pasangan Rohman, 43, dan Marfuah, 42, ini disebabkan oleh pecahnya organ tubuh di bagian dada. Dari keterangan keluarga korban, sebelum dimakamkan pada bagian bawah dada korban terdapat bekas pukulan yang berwarna kebiru-biruan, demikian juga di bagian punggungnya.
Reka ulang
Dikatakan Wibowo, sebenarnya untuk meyakinkan penyebab kematian korban itu, Polres akan melakukan otopsi terhadap jenazah korban, namun dari pihak keluarga dan tokoh masyarakat di lingkungan Dukuh Brajan RT 02/RW X, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga keberatan. Keberatawan pihak keluarga dan tokoh masyarakat itu, ujar Kasatreskrim, dilakukan dengan membuat surat bermaterai.
Sementara itu Kepala SDN Blotongan 03, Wagimin SPd, juga membenarkan adanya pemeriksaan dari pihak Polres atas dirinya bersama tiga orang guru yang menolong korban. Wagimin menjelaskan, pihak sekolah sudah melakukan reka ulang peristiwa perkelahian itu di ruang kelas IV pada Selasa pagi. Sejumlah siswa kelas IV itu dikumpulkan kepala sekolah dan dimintai keterangan secara baik-baik.
“Akhirnya, ada tiga siswa yang mengaku mengetahui persis kejadian itu, karena terlibat dalam perdebatan awal. Ketiga siswa itu memperagakan bagaimana Iw memukul Heru, walaupun sebenarnya sempat saling mengejek. Persoalan yang diejek itu sebenarnya bukana karena nilai pelajaran yang buruk, melainkan hanya ejekan biasa. Karena jengkel Iw memukul di bagian perut satu kali dan di bagian kepala satu kali, hingga Heru terjatuh pingsan,” tukasnya.
Terpisah, Direktur Badan Pengelola RSUD Salatiga dr Kunjtoro AP MMR menandaskan, dari pihak RSUD belum bisa memberikan keterangan tentang penyebab kematian korban, karena ketika korban di bawa ke RSUD sudah dalam keadaan meninggal dunia. Menurut dia, jika memang benar dipukul di bagian bawah dada, maka kemungkinan liver atau limpanya pecah, atau ada benturan di bagian tubuh lainnya. “Untuk memastikan penyebab tersebut, maka perlu dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, yakni dengan membongkar kuburan korban. Namun hal itu tergantung pada kesediaan dari pihak keluarga korban,” paparnya. |espos


Read More......

Berkelahi di kelas, Siswa SDN Blotongan 03 tewas

Sidorejo
Heru Saputra, 11, siswa kelas IV SDN Blotongan 03 Salatiga, Senin (18/2), tewas setelah berkelahi dengan salah seorang teman sekelas yang juga tetangga sekampungnya.


Perkelahian yang terjadi di dalam kelas itu terjadi saat guru mereka meninggalkan ruangan untuk mengawasi siswa yang lain latihan baris-berbaris.
Sejumlah rekan sekelas Heru yang hadir di rumah duka, Brajan RT 2/RW X Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, siang kemarin, mengisahkan bahwa perkelahian itu terjadi setelah Heru diejek temannya akibat nilai IPA-nya yang buruk. Ichwan, salah seorang teman Heru, memukul perut dan kepala putera tunggal pasangan Rohman, 43, dan Marfuah, 42, itu.
Akibatnya, masih sebagaimana dituturkan oleh para siswa Kelas IV SDN Blotongan 03 Salatiga yang turut bertakziah, Heru jatuh pingsan. Kelas yang gaduh akibat adanya perkelahian itu segera didatangi Titik dan Atik, guru kelas V dan TK yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi. Kedua orang itulah yang mencoba menolong Heru untuk kali pertama.
Hery Darminta, 38, guru kelas IV yang ditemui wartawan sedang duduk tepekur di teras rumah salah seorang tetangga Rohman dan Marfuah, mengakui bahwa dirinya tak tahu soal terjadinya perkelahian antarsiswa dalam kelas yang mestinya menjadi tanggung jawabnya. "Dia pingsan di kelas, lalu dibopong oleh Bu Titik dan Bu Atik ke Kantor Guru," ungkap Hery Darminta, 38, guru kelas IV.
Kepala SDN Blotongan 03, Wagimin SPd yang ditemui secara terpisah mengakui perkelahian antarsiswa itu terjadi saat kelas sedang tidak diawasi guru. Bersamaan dengan mata pelajaran IPA di kelas IV, Hery ditugasinya melatih baris-berbaris para siswa yang hendak diikutsertakan dalam lomba Pramuka. "Setelah memberikan tugas-tugas yang harus siswa kerjakan, guru kelas melatih PBB," akunya.
Wagimin mengaku segera keluar dari ruang kerja kepala sekolah begitu Titik dan Atik masuk kantor dengan membopong Heru. "Siswa yang pingsan itu kami tidurkan di kursi panjang yang ada di kantor. Kami lalu segera mencoba menyadarkannya dengan berbagai cara, termasuk dengan mengeroki tubuhnya," papar dia.
Karena belum sadar juga, para guru Heru itu lalu melarikannya ke Puskesmas Sidorejo. Sesampai di Puskesmas Sidorejo, siswa yang bertubuh relatif bongsor itu ternyata segera dirujuk dengan menumpang ambulans ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Kota Salatiga. Di rumah sakit rujukan itu, menurut dr Siahaan yang berugas di IGD RSUD Kota Salatiga, tubuh Heru sudah tidak bernyawa.
Heru yang diduga melepas nafas terakhirnya di tengah perjalanan antara Puskesmas dan IGD itu lalu dipulangkan ke rumah orangtuanya. Kawasan Brajan pun gempar, para tetangga segera berdatangan ke rumah duka itu. Kabar kematian siswa kelas IV SDN Blotongan 03 itu tersebar ke seantero wilayah seiring kepulangan rekan-rekan Heru ke rumah mereka masing-masing.
Proses penguburan pun segera disiapkan bersamaan dengan kehadiran aparat kepolisian di bawah pimpinan Kanitresintel Polsek Sidorejo Aiptu Sutrisno di rumah Rohman dan Marfuah. "Sudah divisum saat di rumah sakit, menurut dokter tidak ada luka, tidak ada yang biru-biru (lebam -red)," ujar Hery menjawab wartawan yang duduk bersebelahan dengan sejumlah anggota Polsek Sidorejo.
Kendati Hery sudah menyatakan visum terhadap siswanya telah dilakukan, aparat kepolisian tetap tak puas dan melakukan pemeriksaan tanda-tanda di tubuh Heru. Saat ini aparat kepolisian masih mengusut peristiwa memprihatinkan tersebut. |espos


Read More......

Thursday, February 07, 2008

Hindari Lubang, Jupiter MX Tabrak Penyebrang Jalan

Salatiga
Sepeda motor Jupiter MX H 6072 PB yang dikendarai Douglas Kristiawan, 17, menabrak seorang penyeberang, Kastiyana, 55, di Jl Muwardi, setelah berusaha menghindari sebuah lubang cukup besar di pertigaan Kalinyamat, Rabu 6/2) pagi.
Akibat kejadian itu, Kristiawan dan Kastiyana menderita luka-luka di bagian kaki kiri, pinggang, dan kepala, dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Dr Asmir Dinas Kesehartan Tentara (DKT). Korban Kastiyana bahkan harus mendapat beberapa jahitan di kepalanya.

"Waktu itu saya melaju di belakang sebuah angkutan kota (Angkot) dari arah selatan. Di lokasi kejadian, Angkot menyalakan lampu sen sebelah kiri dan sepertinya hendak berhenti. Saya refleks mengarahkan motor ke kanan. Tetapi apes, karena menghindari lubang, motor saya jatuh dan menabrak," ungkap Kristiawan kepada Espos sesusai kejadian.
Karena kecelakaan itu pula, Kastiyana mengaku tidak bisa menjenguk anaknya, Cipto Hadi, yang sakit dan sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga. "Semula saya mau nengok anak, tidak taunya malah ditabrak ketika menyeberang di depan RS Dr Asmir," ungkap warga Nanggulan RT 02/RW IX Kutowinangun, Tingkir ini.
Paman Kristiawan, Sulistyanto, 55, menyatakan di lokasi tabrakan keponakkannya tersebut memang rawan kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Menurutnya, hal itu karena lubang di depan RS Dr Asmir DKT Salatiga itu cukup besar dan membahayakan pengendara sepeda motor yang melintas.
"Kami sebagai warga berharap lubang jalan di Jl Muwardi segera ditambal atau diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Salatiga , karena telah berulang kali memicu terjadinya kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan. Apalagi kepadatan lalu lintasnya cukup padat dari pagi hari sampai malam," ujarnya. | espos

Read More......

Dukung VIY 2008, Pemprov Jateng Siapkan 5 Event Wisata

Ungaran
Dalam rangka menyukseskan program Visit Indonesian Years (VIY) 2008, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pariwisata telah menyiapkan lima event di lima kabupaten/kota untuk menarik wisatawan khususnya wisatawan mancanegara.

Kelima event tersebut yakni prosesi peringatan Hari Raya Waisak di Kabupaten Magelang pada (20 Mei), Festival Candi Cetho di Karanganyar (17 Juni), Festival Gamelan Internasional di Solo (25-30 Juli), Perayaan Kedatangan Laksamana Cheng Ho di Semarang (31 Juli), Festiwal Warag Ngendog/Dugderan di Semarang (23 September) dan Rally Layar Terbesar di Asia (SAIL Indonesia) di kepulauan Karimun Jawa (5-12 Oktober).
Demikian disampaikan Wakil Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, M Yusuf, dalam acara Sosialisasi dan Sinkronisasi Program Visit Indonesian Years 2008, di Aula DPKD baru-baru ini. Dengan digelarnya ke lima event berskala nasional tersebut, diharapkan bisa mendongkrak jumlah wisatawan manca negara yang berkunjung ke Indonesia, lebih khususn k Jawa Tengah.
Selama tahun 2007, terang dia, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jateng mencapai 16 juta orang. Namun dari angka itu, jelas dia, perbandingan jumlah wisawatan mancanegara dengan wisatawan domestik masih rendah.
Ia menerangkan angka sharing Wisman terhadap tingkat kunjungan nasional sekitar 300.000 orang dalam kurun waktu tahun 2007. Angka tersebut dinilai masih rendah. Memasuki tahun 2008, Yusuf mengaku optimistis angka tersebut akan meningkat, khususnya di Jateng.
Hal itu, menurutnya, didasarkan pada kenyataan Prov Jateng memiliki berbagai obyek dan daya tarik wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan.
”Selain itu faktor keamanan juga menjadi komponen yang sangat penting. Dan selama ini tidak ada masalah,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama , Sekda Kabupaten Semarang, Warnadi, mengungkapkan Kabupaten Semarang terus berupaya melakukan berbagai upaya percepatan pertumbuhan sektor pariwisata. Di antaranya penyebarluasan informasi pariwisata lewat internet, paket pariwisata dan road show ke berbagai kota untuk membuka pasar pariwisata baru.
Pada tahun 2006 jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Semarang kurang dari 500.000 orang. Namun angka ini meningkat 30 persen pada tahun 2007.
Warnadi menilai masih banyak obyek wisata di Kab Semarang yang potensial dikembangkan. Perlu strategi inovatif dan dukungan dari para stakeholder. | espos

Read More......

16 Juta Wisatawan Kunjungi Jateng 2007

UNGARAN
Wakil Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Drs M Yusuf mengatakan pada tahun 2007 lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah mencapai angka 16 juta orang. “Jumlah itu merupakan hasil sharing dari Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Semarang yang cukup aktif melakukan promosi,” kata M Yusuf saat acara sosialisasi dan sinkronisasi Program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 di aula DPKD di Ungaran, Selasa (5/2) siang.

Disebutkan Yusuf, angka sharing wisatawan mancanegara (wisman) terhadap tingkat kunjungan nasional terhitung masih rendah yakni kurang lebih 300 ribu wisman. Namun dengan kerja sama yang baik diantara para pemangku kepentingan dan pelaku pariwisata, Yusuf optimis angka itu dapat meningkat. Hal itu didasarkan pada kenyataan, Provinsi Jawa Tengah memiliki berbagai obyek dan daya tarik wisata yang potensial dikembangkan untuk menarik minat wisman berkunjung. “Faktor keamanan yang sangat diperhatikan wisman terkait dengan jaminan asuransi, tidak menjadi masalah di Jawa Tengah,” katanya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang Ir Warnadi MM.
Pada tahun 2008 melalui program VIY, Pemerintah mentargetkan angka kunjungan wisatawan mancanegara tujuh juta orang dengan rata-rata lama tinggal (length of stay) 11-13 hari dan pembelanjaan US 100-120 dolar. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pariwisata telah menyiapkan paling tidak enam event di lima Kabupaten/Kota untuk mendukung VIY 2008. Diantaranya Prosesi peringatan Hari Raya Waisak oleh Umat Budha di Kabupaten Magelang tanggal 20 Mei, Festival Candi Cetho di Karanganyar (17 juni), Festival Gamelan Internasional di Surakarta (25-30 Juli), Perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho di Semarang (31 Juli), Festival Warag Ngendog (dugderan) di Kota Semarang (23 September) dan Rally Layar terbesar di Asia (SAIL Indonesia 2008) di Kepulauan Karimunjawa Jepara (5-12 Oktober).
Sementara itu Sekda Ir Warnadi dalam sambutannya mewakili Wakil Bupati mengatakan Kabupaten Semarang terus berupaya melakukan berbagai upaya percepatan pertumbuhan sektor pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan pembangunan daerah. Diantaranya melalui penyebarluasan informasi pariwisata lewat internet, paket pariwisata dan road show ke berbagai kota untuk membuka pasar pariwisata baru.
Pada tahun 2006 jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Semarang kurang dari 500 ribu. Tahun 2007 meningkat kurang lebih 30 persen menjadi 700 ribu wisatawan. “Potensi obyek dan daya tarik wisata yang dimiliki masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan. Hal itu memerlukan strategi inovatif yang dapat mengikuti perkembangan dan tuntutan pasar. Sekaligus dengan dukungan para pelaku pariwisata dan masyarakat,” terang Warnadi
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Semarang Drs Suparwadi menjelaskan kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk mendukung program VIY 2008 agar dapat berhasil. Para peserta sosialisasi berasal dari pelaku pariwisata termasuk pemilik hotel, biro perjalanan, restoran dan rumah makan serta wakil dari Dewan Kesenian dan Dewan Pariwisata Kabupaten Semarang. | semarangkab.go.id

Read More......

Pansus Usut Proyek Lab Bahasa

Salatiga
Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Salatiga, Selasa (5/2) kemarin, melakukan peninjauan lapangan dan menemukan sejumlah penyimpangan pada proyek pengadaan laboratorium bahasa dan multimedia di sejumlah sekolah setempat.

”Ada indikasi suatu grand scenario di balik penyimpangan proyek pengadaan laboratorium bahasa dan multimedia ini. Kami akan mencari otak pelaku di balik semua ini,” tekad Ketua Fraksi Amanat Kebangkitan Demokrat, H Kustadi Danuri SH yang juga menjadi anggota dalam Pansus tersebut.
Terungkap dalam peninjauan laboratorium bahasa yang dipasang PT Graha Mandala Adiluhung selaku rekanan Dinas Pendidikan Kota Salatiga di SMA Negeri 1 bahwa terdapat sejumlah peralatan yang tidak bisa dipakai meskipun peranti laboratorium itu telah dioperasikan. ”Sedangkan di Lab Bahasa SMP Stella Matutina peranti laboratorium bahkan belum terpasang,” ungkap Kustadi.
Kunjungan mendadak Pansus tak diikuti wartawan. Rombongan itu baru mengungkap perjalanan mereka kepada pers sesampai SMP Stella Matutina. Sedangkan pertemuan dengan pengusaha jasa penyediaan barang dan jasa mitra kerja Disdik Kota Salatiga diungkapkan sesampai mereka kembali di Gedung Dewan.
”Dari dokumen yang masuk dan peninjaun lapangan di SMAN 1, SMP Stella dan kantor PT Graha Mandala Adiluhung selaku rekanan Dinas Pendidikan, disimpulkan bahwa pengadaan laboratorium bahasa dan multimedia menyisakan berbagai persoalan, mulai dari tahap pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, maupun sistem kerja organisasi panitia pengadaan barang dan jasa,” papar Ketua Pansus M Haris SH.
Berdasarkan peninjauan lapangan terbukti piranti laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia senilai Rp 7 miliar itu sudah dikirimkan ke sekolah-sekolah yang berhak. Namun di sejumlah sekolah, lanjut dia, peranti itu belum dipasang. Ada pula yang sudah dipasang, namun sebagian tak bisa dioperasionalkan.Kustadi juga menyoroti barang-barang dalam paket laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia yang diduganya berkualitas rendah.
Dipaparkannya kemudian tentang proses pengadaan laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia yang sudah bermasalah sejak dilelangkan. Atas dasar kejanggalan yang terjadi sejak masa lelang itulah, Kustadi meyakini bahwa terdapat skenario yang telah dibikin demi keuntungan pihak tertentu dalam pengadaan laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia tersebut. | espos

Read More......

Warga ancam tutup TPS Nanggulan

Tingkir
Warga RT 02/RW XIII Dukuh Nanggulan Kelurahan Kutowinangun, Tingkir, mengancam akan menutup tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah setempat, menyusul diabaikannya permohonan pembenahan penampungan sampah itu.

Ketua RT 02/RW XIII, Sukidi Hadi Mulyono, menyebutkan lokasi TPS di lingkungannya berada di tengah pemukiman, sehingga sangat mengganggu kenyamanan warga masyarakat. Terlebih menurutnya, kotak sampah TPS yang diletakkan di tempat terbuka, selama beberapa waktu terakhir mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan penduduk.
”Selain bau tidak sedap, beberapa warga mengeluh gatal-gatal setelah melintas atau lewat sekitar lokasi TPS sesudah hujan. Mungkin hal itu karena guyuran hujan ke bak sampah airya mengalir ke pemukiman atau tempat-tempat penduduk yang letaknya lebih rendah,” ungkap Sukidi ketika ditemui Espos di rumahnya, Selasa (5/2).
Karenanya, tegas dia, pihaknya menuntut agar Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menanggapi keluhan warga dan membenahi keberadaan TPS di RT-nya. Langkah tersebut, imbuhnya, diperlukan guna mencegah terjadinya dampak lebih buruk yang semakin merugikan warga, terutama menyangkut aspek kesehatan.
”TPS itu dari awal tidak dikehendaki warga. Tetapi karena lokasinya paling memungkinkan dibandingkan tempat-tempat lain, warga menerima, dengan catatan jangan sampai merugikan masyarakat sekitarnya. Tetapi kalau keadaannya seperti saat ini, cepat atau lambat warga akan memagari jalan masuk ke TPS dan menutupnya,” tandasnya.
Sementara itu Ketua RW XIII, FX Hengky Hernanto, menyatakan TPS di Dukuh Nanggulan dimanfaatkan warga sejumlah RW di dua kelurahan, yaitu Kutowinangun dan Gendhongan, Tingkir. Tidak hanya sekarang, kata dia, TPS di lingkungannya seringkali dikeluhkan warga sejak sarana tersebut dibangun Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kota Salatiga beberapa tahun lalu. | espos

Read More......

Tuesday, February 05, 2008

Promosi & Mutasi di Pemkab Semarang

Ungaran
Wakil Bupati (Wabup) Semarang Siti Ambar Fathonah melakukan promosi dam mutasi sebanyak 118 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Semarang, mulai dari pejabat eseloan II hingga V. Promosi dan mutasi tersebut dilakukan untuk mengisi jabatan yang kosong dan penyegaran.


Diantara pejabat yang mengalami promosi salah satunya adalah F Totit Oktoriyanto yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menggantikan Supartono yang telah pensiun. Jabatan Totit sebelumnya adalah Kabid Bina Marga DPU.
Sementara itu R Hendy Juli Indarto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pertambangan Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi kini menjabat sebagai Camat Sumowono. Dilantik pula Nunik Ari Rahayu sebagai Camat Bergas, Arief Budiyanto sebagai Camat Bringin dan Romlah sebagai Camat Tuntang.
Dalam sambutannya Wabup mengutarakan mutasi dan promosi jabatan struktural kali ini telah didasarkan pada standar kompetensi masing-masing pejabat. Ia pun menegaskan bahwa dalam penentuan jabatan tidak ada praktik jual beli jabatan. ”Saya bisa menjamim dalam mutasi kali ini tidak ada yang namanya sogokan atau jual beli jabatan. Penentuan jabatan didasarkan pada kemampuan personel masing-masing,” terangnya.
Ditambahkan Wabup, peningkatan mutu penyelenggaraan pemerintahan dapat dicapai melalui pemberdayaan aparatur negara. Sehingga, jelasnya, penempatan personel dalam suatu jabatan struktural berdasarkan prinsip profesionalisme, sesuai kompetensi dan jenjang kepangkatan merupakan hal yang mutlak.
Terkait dengan pengembangan karir PNS dalam jabatan struktural, Wabup menuturkan hal tersebut dinilai berdasarkan sistem prestasi kerja dan kemampuan individu masing-masing. Dengan demikian, diharapkan para PNS dapat bersikap profesional sesuai kompetensi standar dalam menjalankan tugasnya.
Pelantikan tersebut dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati yang dihadiri oleh semua pejabat strutural. Jumlah pejabat yang promosi dan mutasi secara rinci meliputi satu pejabat eselon II dan 32 pejabat eselon III, 78 pejabat eselon IV dan tujuh eselon V.
Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 14 orang tenaga guru fungsional yang diberi tugas tambahan sebagai kepala SMA, SMK dan SMP diambil sumpah jabatannya. Diantaranya ke 14 guru tersebut yakni Kepala UPT Dinas Pendidikan SMA Negeri 1 Tengaran, Drs Maikal Soedijarto, Kepala UPT Disdik SMK Negeri 1 Jambu, Jumeri STP MSi dan Kepala UPT SMP Negeri 1 Tuntang, Pirihandono SPd. | espos

Read More......

Dukungan Islamic center di Salib Putih terus mengalir

Salatiga
Dukungan bagi terwujudnya Islamic center di Kota Salatiga kembali mengemuka sebagai tanggapan terhadap pernyataan Walikota John Manuel Manoppo SH yang dianggap telah memutarbalikkan kronologis upaya umat Islam mewujudkan pusat kegiatan keagamaan mereka. Sementara itu, dari Setda Pemkot Salatiga terungkap agenda pertemuan Walikota dan Umat Islam Salatiga (UIS), Rabu (6/2) ini.


"Setahu saya, agenda audiensi Walikota dengan UIS tidak berubah, dijadwalkan Rabu besok," ungkap Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (Inkom) Kota Salatiga Drs Petrus Resi MSi di kantornya, kompleks Setda Pemkot Salatiga, Selasa (5/2) siang kemarin.
Seperti diberitakan SOLOPOS (24/1), UIS dua pekan silam, mengajukan permintaan melakukan audiensi dengan Walikota terkait perkembangan kasus tanah negara di kawasan Salib Putih tersebut. UIS merupakan kelompok muda yang concern mendukung Yayasan Universitas Islam Salatiga (YUIS) mengupayakan andil umat Islam dalam pengelolaan tanah negara tersebut.
"Sejauh ini, kami belum mendengar kabar akan diterima audiensi Walikota, Rabu besok. Memang, kami sebelumnya sempat dihubungi MUI bahwa Walikota mengagendakan audiensi, Rabu (30/1) pekan lalu. Tetapi belakangan dibatalkan dengan alasan Walikota mendadak dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti pertemuan pemerintah daerah se-indonesia," ungkap Sekretaris UIS Drs Muchtar Arifin.
Bagi UIS, tertunda-tundanya penjadwalan audiensi itu bukanlah halangan bagi upaya mereka turut memperjuangkan andil umat Islam dalam pengelolaan tanah negara di kawasan Salib Putih itu. "Dengan tidak jelasnya komitmen Muspida Kota Salatiga mendukung upaya umat Islam itu, semakin kuat alasan kami untuk menggelar aksi massa untuk menunjukkan tekad umat Islam Salatiga," tukasnya.
Dari sejumlah kalangan elemen umat Islam Kota Salatiga, terungkap bahwa UIS dalam waktu yang bersamaan dengan menunggu jadwal audiensi dengan Walikota itu, juga tengah menyiapkan suatu pertemuan untuk membicarakan grand scenario umat Islam Salatiga. Tatkala agenda internal itu dikonfirmasikan kepada Arifin, tak diperoleh jawaban tegas.
Namun sejumlah sumber menyebutkan, pertemuan yang akan menghadirkan seluruh elemen muda Islam Salatiga dengan dampingan dari sejumlah tokoh masyarakat dan ulama terkemuka itu dimaksudkan untuk menyusun rencana aksi masa sebagai wujud dukungan umat Islam terhadap upaya mendapat andil pengelolaan tanah negara di kawasan Salib Putih. | espos

Read More......

Sunday, February 03, 2008

Proyek JLS (Jalan Lingkar Selatan)

Argomulyo
Sebanyak 10 rumah milik warga di Dukuh Promasan, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga diruntuhkan, menyusul akan dilanjutkannya proyek jalan lingkar selatan (JLS) di wilayah itu. Hingga saat ini pembangunan JLS sudah sampai di perbatasan Kelurahan Randuacir dan Kelurahan Kumpulrejo.
Ketua RW II Dukuh Promasan, Suratman saat ditemui, Minggu (3/2) mengungkapkan, ada sejumlah warga di lingkungan RW II yang tanahnya dan rumahnya terkena pembangunan proyek JLS itu. Sebagian warga telah membongkar sebagian rumahnya yang sekiranya terkena proyek tersebut. Selain itu, lanjutnya, ada sekitar 10 warga yang meruntuhkan rumahnya dan meratakannya, karena rumah milik warga tersebut berada di tengah-tengah lintasna proyek JLS.
"Para warga yang sudah meruntuhkan rumahnya itu tentunya sudah mendapatkan ganti untung dari pemerintah sesuai kesepakatan antara warga dan pemerintah pada saat negosiasi harga pembebasan tanah. Mereka ada yang pindah menempati bangunan baru di lingkungan RT lainnya. Namun juga ada warga yang sengaja membuat bangunan baru di sekitar rumah lama yang telah diruntuhkan itu," tukasnya.
Setelah proyek JLS ini selesai, paparnya, pasti akan ada dampak posistif terhadap perekonomian warga setempat, karena berada di jalur jalan nasional. Dia mengatakan, otomastis dengan adanya jalur itu akses pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar juga akan meningkat.
Sebelumnya, Kabid Permukiman Prasarana dan Tata Ruang Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Salatiga Ir Muktiyono Suwondo saat dikonfirmasi menerangkan, pembangun JLS itu tinggal dilaksanakan, karena sudah mendapatkan bantuan dana dari pusat sebesar Rp 49 miliar lebih. Selain itu, kata dia, dari review detail engineering design (DED) yang telah dilakukan sudah menunjukan perubahan status jalan dari jalan kota menjadi jalan milik negara. Setelah pembangunan JLS itu selesai, terangnya, maka fungsi Jalan Diponegoro, Jalan Osa Maliki dan Jalan Veteran yang merupakan jalur jalan Semarang-Solo itu menjadi jalan skunder. Sedangkan JLS dari Blotongan Kecamatan Sidorejo hingga Cebongan, Kecamatan Argomulyo itu akan menjadi jalan primer.
"Sebelum pembangunan dimulai, tentunya akan dilakukan proses lelang terlebih dulu. Namun permasalahannya hingga sekarang belum ada kebijakan tentang ketentuan JLS itu akan dibuat dua jalur empat lajur atau dua jalur dua lajur belum diambil oleh Pemkot. Yang jelas alokasi dana dari APBD Kota dan Provinsi Jateng sudah ada, tinggal melaksanakan saja," tukasnya. | espos

Read More......

Pemuda Muhammadiyah prioritaskan pelebaran jaringan

Salatiga
Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Kota Salatiga Periode 2007-2012 bertekad menghidupkan jejaring organisasi hingga tingkat ranting demi mendukung gerakan persyarikatan itu di wilayah Kota Hati Beriman.
Tekad tersebut disampaikan Ketua PD PM Muchtar Effendy seusai acara Pelantikan PD PM Kota Salatiga Periode 2007-2012 di SD Muhammadiyah Plus, Jl Adisucipto, Salatiga, Minggu (3/1). "Konsolidasi organisasi hingga ke tingkat ranting menjadi prioritas program kerja kami dalam satu tahun pertama," ungkapnya.
Prioritas itu disambut baik Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga Dra Badwan MAg dan perwakilan Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jateng Jumeri yang hadir dalam acara itu. Tampak hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua DPD Partai Amanat Nasional H Kustadi Danuri serta sejumlah fungsionaris Umat Islam Salatiga (UIS).
"Setidaknya terdapat dua pola keanggotaan organisasi, yakni yang berbasis massa dan berbasis kader. Pemuda Muhammadiyah mungkin lebih tepat mengembangkan pola kader tanpa disibukkan upaya menambah jumlah anggota. Tidak perlu banyak namun potensial,"
tutur Badwan seraya menegaskan komitmen PD Muhammadiyah mendukung setiap kegiatan Pemuda Muhammadiyah nantinya.
Dalam kesempatan itu, Badwan sempat pula me-launching Buletin Al Afkar terbitan berkala PD PM Kota Salatiga setiap dua pekan sekali. Untuk sementara, bulletin itu hanya tampil dalam empat halaman dengan format separuh folio. | espos

Read More......

DAK SD/MI Kab. Semarang Meningkat

Pabelan
Dana alokasi khusus (DAK) bagi Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) di Kabupaten Semarang tahun 2008 mengalami peningkatan. Jika sebelumnya Kabupaten Semarang hanya mendapat 60 paket DAK, kini meningkat menjadi 80 paket DAK dimana masing-masing paketnya bernilai hampir Rp 293,65 juta.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Suharto, saat meresmikan renovasi gedung MI Miftahul Huda di Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Sabtu (2/2). Dana tersebut peruntukannya, jelas dia, sama seperti tahun lalu. Yakni untuk pengadaan sarana fisik sekolah senilai Rp 193,65 juta, sisanya untuk pengadaan sarana non fisik termasuk di dalamnya penataan lingkungan sekolah dan peningkatan sarana pendukung pendidikan.
Suharto mengungkapkan hingga akhir tahun 2007, hampir seluruh sekolah yang mendapat paket DAK telah menyelesaikan pekerjaannya. Hanya tersisa tiga sekolah yang belum menyelesaikannya. Dinas pendidikan, jelas dia, memberikan kelongaran waktu hingga pertengahan Feburari ini kepada pihak sekolah untuk menyelesaikan pekerjaan yang dibiayai DAK. ”Jika tidak, akan kita kenakan sanksi,” tukasnya.
Terkait kasus ambrolnya atap Gedung SDN Kebonagung 1 yang pembangunannya dibiaya DAK beberapa waktu lalu, Suharto mengaku pihaknya telah mengadakan musyawarah untuk memperbaikinya. Termasuk pemanfaatan kayu sebagai rangka atap menggantikan rangka baja ringan yang digunakan sebelumnya. Ia berharap, kasus serupa tidak akan kembali terjadi di kemudian hari.
Sementara itu, renovasi gedung MI Miftahul Huda telah menghabiskan dana Rp 307 juta yang diperolehda dari DAK dan swadaya masyarakat. Menurut Kepala MI Miftahul Huda, Mukri Badul Hadi, bangunan tersebut kali terakhir direnovasi pada tahun 1993 lalu. Saat ini MI Miftahul Huda menampung 136 siswa dan 11 guru. | espos

Read More......

Penyimpangan Elpiji di Bringin

Beringin
Program pembagian tabung elpiji 3 kilogram di Desa Tempuran, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang diduga terjadi penyimpangan. Aparat desa setempat disinyalir kuat menjual tabung elpiji yang seharusnya diperuntukan bagi warga yang berhak mendapatkannya secara gratis.
Kasus dugaan penyimpangan pelaksanaan program konversi energi ini terkuak setelah sejumlah warga mengetahui Kepala Desa, Karlin, beserta Sekretaris Desa Tempuran, Amin Iskandar, menjual tabung elpiji yang masih tersisa. Jumlah tabung yang dijual pun jumlahnya cukup banyak yakni mencapai lebih dari 50 tabung.
Saa’datun, warga Dusun Krajan, Desa Tempuran mengatakan dirinya mengetahui secara langsung kedua aparat desa tersebut menjual tabung elpiji tersebut. Ia pun mengaku telah membeli sekitar 10 tabung elpiji dari kedua oknum tersebut.
“Saya sudah peringatkan kepada pak Lurah (Kades-red) untuk tidak sembrono menjual tabung elpiji itu. Sebelum saya membeli saya ditawari lebih dulu, lalu saya melihat tabung-tabung tersebut mau dijual di luar desa. Dari pada dijual ke luar desa lebih baik saya beli,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (2/2).
Sa’adatun mengaku ia membelinya seharga Rp 100.000 untuk tiap tabungnya, tanpa disertai kompor gas. Ia sendiri mengaku telah mendapat jatah tabung elpijij lengkap dengan kompor dan regulatornya. Sa’adatun membeli tabung tersebut, sekitar dua pekan lalu, karena dirinya bermaksud menjadi pangkalan elpiji. “Semua warga di desa ini mendapat jatah tabung elpiji, jumlahnya sekitar 640-an KK. Tapi masih ada satu warga di dusun tetangga yang belum mendapat jatah,” kata dia.
Lebih lanjut Sa’adatun mengungkapkan dalam pertemuan desa yang digelar Jumat malam kemarin, di hadapan para warga Kades mengaku bahwa dia dan Carik (Sekdes) mendapat bagian masing-masing 50 tabung elpiji dari program konversi tersebut. Saat ada salah seroang warga yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dan berniat melaporkan kejadian tersebut ke anggota DPRD, Kades tersebut marah dan sedikit melakukan intimidasi.
”Saijan yang ragu dengan pernyataan Kadesnya justru di marah-marahin. Ia bahkan dipojokkan oleh hampir semua warga yang hadir dalam pertemuan tersebut,” tutur Sa’adatun.
Yang membuat Sa’adatun bertambah heran, pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh perangkat desa dan ada salah satu aparat dari Polsek Beringin. Dan tidak ada satupun dari mereka yang mempertanyakan dasar penjualan tabung elpiji tersebut. ”Itu pun karena warga sudah mengetahui akhirnya Kadesnya mengatakan bahwa dirinya dan carik mendapat jatah 50 tabung elpiji. Sebelumnya tidak diberi tahu,” tukasnya yang siap menjadi pelapor.
Terpisah, Ketua DPC PAN Bringin, Widodo, mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku mendapat laporan dari kadernya yang warga Desa Tempuran bahwa kepala desanya menjual tabung elpiji tersebut. Dari laporan warga, sambungnya, hasil dari penjualan tabung tersebut akan digunakan untuk membangun balaidesa. “Padahal dana untuk membangun balaidesa itu sudah ada alokasinya sendiri,” jelas dia.
Setidaknya ada tiga warga Tempuran yang melapor ke Widodo yakni Saijan, Sriyono dan Warsidi Santoso. Ia juga mengaku ragu dengan kebenaran dan validitas pendataan warga yang mendapat jatah tabung tersebut. | espos

Read More......

Friday, February 01, 2008

Semarang Tourism


Potensi Sumber daya alam Kab. Semarang sangat menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan kepariwisataan daerah yang secara kompetitif unggul dibandingkan daerah lain.
Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu yang berpagut erat ditandu Gunung Telomoyo, Gajah Mungkur, Gunung Mergi serta perbukitan dengan Rawa Pening sebagai sumber inspirasi yang terus mengalir dalam sebaran bola lampu dan gemercik aliran sungai Tuntang merupakan sumber daya alami yang mampu memposisikan daerah ini sejajar lebih tinggi dari daerah tujuan wisata lain di Jawa Tengah.

Beberapa obyek wisata yang dapat Anda kunjungi bersama keluarga tercinta Anda antara lain di Penggaron, Siwarak, Semirang, Palagan Ambarawa, Bandungan, Argo Wisata Tlogo, Gedong Songo, Benteng Willem II, Bukit Cinta, Pemancingan Blater, Museum KA, Rawa Pening, Taman Rawa Permai, Istana KOI, Pasar Kriya Jateng, Pemandian Muncul, Umbul Songo, Kopeng, Langen Tirta Muncul, Wisata Kota Semarang.
Didukung oleh kemudahan aksestabilitas jalur lalu lintas ekonomi menuju semua obyek wisata, menjadikan paket perjalanan wisata dapat mencapai banyak obyek wisata dalam waktu yang singkat. > wisata-ungaran.com

Read More......

Rencana pembangunan Salatiga Park Petani tolak bayar sewa tanah eks bengkok

Salatiga - Puluhan petani Dukuh Nogosari, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo menolak membayar sewa tanah eks bengkok kepada Pemkot Salatiga senilai antara Rp 100.000-Rp 110.000/orang.
Penolakan tersebut dilakukan agar Pemkot memberikan kompensasi kepada petani, menyusul adanya rencana pembangunan Salatiga Park di wilayah dukuh tersebut pada awal tahun 2008. Sebelumnya puluhan petani itu sudah melayangkan surat permohonan pembebasan sewa tanah eks bengkok yang berupa sawah tersebut. Namun surat permohonan itu belum mendapatkan respons dari Pemkot Salatiga.Kepala Kelurahan Bugel, Tri Pradikso saat dikonfirmasi Espos, Kamis (31/1) mengungkapkan, sekitar 20 orang petani penggarap sawah di tanah eks bengkok seluas lima hektare itu hingga akhir masa kontraknya belum membayar sewa tanah. Masing-masing petani itu nilai sewanya bervariasi, yakni berkisar antara Rp 100.000-Rp 110.000/orang. Dia mengaku sudah berusaha untuk menagih uang sewa itu kepada petani, namun hingga akhir masa kontrak per 31 Januari 2008, mereka tetap belum membayarnya.“Saya menjadi pusing dengan sikap para warga yang menghendaki kompensasi dari Pemkot terkait adanya proyek Salatiga Park yang akan menempati tanah eks bengkok itu. Sebelumnya memang 20 petani itu sudah melayangkan surat permohonan kepada Dinas Pariwisata Seni Budaya dan Olahraga (Disparsenibud dan OR) yang berisi permohonan pembebasan sewa tanah eks bengkok tersebut. Namun hingga sekarang belum ada tanggapan dari Disparsenibud dan OR, sehingga kontrak penggarapan sawah selama tiga bulan itu masih berlaku,” tegasnya.Kontrak penggarapanDia menguraikan, kontrak penggarapan sawah di tanah eks bengkok itu sebenarnya sudah berakhir per November 2007 lalu, karena tanah itu akan difungsikan untuk pembangunan Salatiga Park . Namun dari pihak petani penggarap, lanjutnya, meminta agar kontraknya diperpanjang sampai ada kepastian waktu untuk memulai proyek Salatiga Park . Akhirnya dari hasil pertemuan antara Bapeda, Disparsenibud dan OR dengan pihak petani di Balai Dukuh Nogosari, pihak Pemkot Salatiga memutuskan untuk memperpanjang kontrak selama tiga bulan, yakni mulai November 2007 hingga Januari 2008 ini.Lebih lanjut dikatakan, setelah menjelang kontrak berakhir, para petani malah sengaja membatalkan kontrak tanah eks bengkok yang sudah disepakati sebelumnya, dengan dalih meminta kompensasi atas adanya proyek Salatiga Park.Sementara itu, Kepala Tata Usaha Disparsenibud dan OR, Sugeng Budiyanto SIP, menjelaskan, surat permohonan dari puluhan petani itu belum bisa ditanggapi oleh Disparsenibud dan OR. Menurut dia, saat ini Disparsenibud dan OR tengah konsentrasi untuk persiapan pembangunan Salatiga Park di Kelurahan Bugel tersebut. Setelah persiapan selesai, paparnya, Pemkot akan melakukan sosialisasi kepada warga setempat, terkait dengan rencana pembangunan Salatiga Park dan kompensasi bagi petani penggarap sawah di tanah eks bengkok itu. solopos.net

Read More......