Tuesday, February 05, 2008

Dukungan Islamic center di Salib Putih terus mengalir

Salatiga
Dukungan bagi terwujudnya Islamic center di Kota Salatiga kembali mengemuka sebagai tanggapan terhadap pernyataan Walikota John Manuel Manoppo SH yang dianggap telah memutarbalikkan kronologis upaya umat Islam mewujudkan pusat kegiatan keagamaan mereka. Sementara itu, dari Setda Pemkot Salatiga terungkap agenda pertemuan Walikota dan Umat Islam Salatiga (UIS), Rabu (6/2) ini.


"Setahu saya, agenda audiensi Walikota dengan UIS tidak berubah, dijadwalkan Rabu besok," ungkap Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (Inkom) Kota Salatiga Drs Petrus Resi MSi di kantornya, kompleks Setda Pemkot Salatiga, Selasa (5/2) siang kemarin.
Seperti diberitakan SOLOPOS (24/1), UIS dua pekan silam, mengajukan permintaan melakukan audiensi dengan Walikota terkait perkembangan kasus tanah negara di kawasan Salib Putih tersebut. UIS merupakan kelompok muda yang concern mendukung Yayasan Universitas Islam Salatiga (YUIS) mengupayakan andil umat Islam dalam pengelolaan tanah negara tersebut.
"Sejauh ini, kami belum mendengar kabar akan diterima audiensi Walikota, Rabu besok. Memang, kami sebelumnya sempat dihubungi MUI bahwa Walikota mengagendakan audiensi, Rabu (30/1) pekan lalu. Tetapi belakangan dibatalkan dengan alasan Walikota mendadak dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti pertemuan pemerintah daerah se-indonesia," ungkap Sekretaris UIS Drs Muchtar Arifin.
Bagi UIS, tertunda-tundanya penjadwalan audiensi itu bukanlah halangan bagi upaya mereka turut memperjuangkan andil umat Islam dalam pengelolaan tanah negara di kawasan Salib Putih itu. "Dengan tidak jelasnya komitmen Muspida Kota Salatiga mendukung upaya umat Islam itu, semakin kuat alasan kami untuk menggelar aksi massa untuk menunjukkan tekad umat Islam Salatiga," tukasnya.
Dari sejumlah kalangan elemen umat Islam Kota Salatiga, terungkap bahwa UIS dalam waktu yang bersamaan dengan menunggu jadwal audiensi dengan Walikota itu, juga tengah menyiapkan suatu pertemuan untuk membicarakan grand scenario umat Islam Salatiga. Tatkala agenda internal itu dikonfirmasikan kepada Arifin, tak diperoleh jawaban tegas.
Namun sejumlah sumber menyebutkan, pertemuan yang akan menghadirkan seluruh elemen muda Islam Salatiga dengan dampingan dari sejumlah tokoh masyarakat dan ulama terkemuka itu dimaksudkan untuk menyusun rencana aksi masa sebagai wujud dukungan umat Islam terhadap upaya mendapat andil pengelolaan tanah negara di kawasan Salib Putih. | espos

No comments: