Thursday, February 07, 2008

Pansus Usut Proyek Lab Bahasa

Salatiga
Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Salatiga, Selasa (5/2) kemarin, melakukan peninjauan lapangan dan menemukan sejumlah penyimpangan pada proyek pengadaan laboratorium bahasa dan multimedia di sejumlah sekolah setempat.

”Ada indikasi suatu grand scenario di balik penyimpangan proyek pengadaan laboratorium bahasa dan multimedia ini. Kami akan mencari otak pelaku di balik semua ini,” tekad Ketua Fraksi Amanat Kebangkitan Demokrat, H Kustadi Danuri SH yang juga menjadi anggota dalam Pansus tersebut.
Terungkap dalam peninjauan laboratorium bahasa yang dipasang PT Graha Mandala Adiluhung selaku rekanan Dinas Pendidikan Kota Salatiga di SMA Negeri 1 bahwa terdapat sejumlah peralatan yang tidak bisa dipakai meskipun peranti laboratorium itu telah dioperasikan. ”Sedangkan di Lab Bahasa SMP Stella Matutina peranti laboratorium bahkan belum terpasang,” ungkap Kustadi.
Kunjungan mendadak Pansus tak diikuti wartawan. Rombongan itu baru mengungkap perjalanan mereka kepada pers sesampai SMP Stella Matutina. Sedangkan pertemuan dengan pengusaha jasa penyediaan barang dan jasa mitra kerja Disdik Kota Salatiga diungkapkan sesampai mereka kembali di Gedung Dewan.
”Dari dokumen yang masuk dan peninjaun lapangan di SMAN 1, SMP Stella dan kantor PT Graha Mandala Adiluhung selaku rekanan Dinas Pendidikan, disimpulkan bahwa pengadaan laboratorium bahasa dan multimedia menyisakan berbagai persoalan, mulai dari tahap pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, maupun sistem kerja organisasi panitia pengadaan barang dan jasa,” papar Ketua Pansus M Haris SH.
Berdasarkan peninjauan lapangan terbukti piranti laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia senilai Rp 7 miliar itu sudah dikirimkan ke sekolah-sekolah yang berhak. Namun di sejumlah sekolah, lanjut dia, peranti itu belum dipasang. Ada pula yang sudah dipasang, namun sebagian tak bisa dioperasionalkan.Kustadi juga menyoroti barang-barang dalam paket laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia yang diduganya berkualitas rendah.
Dipaparkannya kemudian tentang proses pengadaan laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia yang sudah bermasalah sejak dilelangkan. Atas dasar kejanggalan yang terjadi sejak masa lelang itulah, Kustadi meyakini bahwa terdapat skenario yang telah dibikin demi keuntungan pihak tertentu dalam pengadaan laboratorium bahasa maupun laboratorium multimedia tersebut. | espos

No comments: